Selamat datang ...

inilh rumahku, pintuku, jendelaku, buat bercerita kepada siapa saja semauku...
maka dengarlah kawan-kawan ...

Entri Populer

Laman

Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Powered By Blogger

Rabu, 17 Juni 2009

KITA HARUS PILIH MANA????????

Tanya itulah yang selalu muncul di benak kta. betanya-tanya siapa yang akan dipilih pada pilpres mendatang. bingung mungkin, atau sebaliknya sebagian dari kita malah tak peduli dan berniat untuk tidak memeberikan sumbangsihnya.

beragam gejolak timbul di hati. takut salah pilih. tapi itu masih mendingan dari pada yang cuek sama keadaan sekitar. nggak peduli walau dunia jungkir balik. nggak perduli kalau akan ada pesta demokrasi besar di negeri ini. ya, mungkin sebagian kita masih sangat awam dengan demokrasi itu sendiri. tetapi, yang namanya hak dan kebebasan kita, kenapa nggak digunakan sebaik mungkin? mumpung bersuara itu nggak di kekang. mumpung negeri ini masih bebas.

mungkin kita tidak menyadari. tetapi, jika kita memberikan suara pada pilpres mendatang, tu artinya kamu bisa nunjukin eksistensi keberadaan kamu sebagai warga negara yang diakui, yang nama kamu tercatat di kelurahan setempat. lalu, apa gunanya ada data kamu di kelurahan tapi kamunya nggak bisa berbuat sedikit pun untuk negeri ini.

nah, kalau kamu udah punya niat nuntuk milih di pilpres mendatang, thanks deh. tapi buat yang belum, cob renungin lagi. sebagai kaula muda, tunjukin keberadaan kamu. libatin diri kamu untuk membangun negeri ini. tanpa kamu sadari, kamu telah memberikan sumbangsih pada bangsa ini kalau kamu milih.

kalau pun sekarang lagi bingung, coba perhatiin satu persatu capres n cawapres yang sering debat di TV, di iklan mereka, dan lihat dengan cermat mana yang lebih pantas kamu pilih untuk jadi pemimpin negeri ini kelak. tapi inget, jangan pilih yang bikin janji yang mustahil. dia pasti suka boong.

so, bijak2 lah memilih. dan tetapin hati kamu untuk mantap pilih calon yang mana.
ok guys, siap2 ya buat tanggal 8 Juli. TPS menantimu.
semoga tulisan ini bermanfaat.
salam hangat.

Rabu, 10 Juni 2009

Kesempan Itu Seperti Angin


Kusadari itu sudah diketahui ratusan ribu umat di muka bumi ini. Kesampatan itu sangat sulit kita prediksi kapan akan datang. hingga kita tidak tau apa yang harus kita persiapan. Perjalanan tanpa persiapan adalah hal yang merepotkan. Ada barang yang tertinggallah, inilah, itulah, semuanya nggak bakalan bisa perfect. Nah seperti itulah kesempatan itu. Nggak tau kapan datang. Kalau aku bilang dia gaib. Magic. Soalnya nggak pernah bisa kita duga-duga.

Nah, yang jadi permasalahan sekarang adalah bagimana kita harus beraksi pada kesempatan yang datang tak diundang tapi sangat dinanti?
Salah satu cara yang sepertinya bisa membantu adalah, selalu mengingat apa kesempatan yang kita inginkan. Lalu lakukan persiapan yang bisa mendukung keberhasilan dalam Kesempatan itu. Misalnya nih ya, kamu tu pengen banget bisa nyanyi di depan umum dengan perfect. Dengan sesempurna mungkin tanpa kesalahan apapun. Nah persiapan yang kamu harus lakuin adalah, berlatihlah menyanyi. Bentuk karakter nyanyi kamu yang sebenernya pengen banget kamu tunjukin ke orang-orang. Trus kalo kamu udah bikin persiapan yang seperti itu, kamu tinggal nunggu kesempatan yang seperti misteri itu. Trus gunakan deh segenap waktu, pikiran, tenaga, dan yang paling penting adalah keikhlasan untuk menjalani kesempatan itu. Dengan gitu, kamu akan merasa bahwa kamu udah ngelakuin yang terbaik buat kesempatan yang dateng mendadak itu.

Lalu, yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana jika kesempatan itu malah lewat, dan kalaupun bisa mendapatkan kesempatan itu kita telah menyia-nyiakan atau tidak berbuat sebaik mungkin? Yang harus kamu lakuin ketika kita telah ada pada posisi ini adalah, lupakan kesempatan itu. Kalaupun kamu masih mengingatnya, jadikan itu sebagai referensi pengalaman kamu.

Jangan pernah menyesal. Karena itu akan membuat kamu menjadi terbebani dan enggan menatap kesempatan besar yang suatu saat lewat di depan mata kamu. Positif aja sama semua hal yang ada di sekeliling kamu. Itu akan jadi inspirasi dan melahirkan kesempatanbaru untuk mu untuk dapat lebih berkembang.


Bukan sesuatu yang merubahmu. Tapi bagaimana kamu dapat memandang sesuatu itu dan menjadikannya sebagai peluang bagimu.

Selamat berjuang.

Semoga tulisan ini bermanfaat . Sampai jumpa pada tulisan selanjutnya.
salam super.


Selasa, 09 Juni 2009

BAKSO RAKSASA, OTOT RAKSASA



Senin pagi mata ku sembab. Bahkan bisa dibilang bengkak. Bagian atas seperti diisi air, dan kelopak yang bawah kelihatan seperti embun yang menggantung di ujung daun. Badanku masih pegel-pegel. Linu. Pokoknya capek banget. Nggak semanagt karena telah lelah, dan persendianku terasa linu.

Mau tau kenapa aku jadi seperti itu pagi itu? Just because bakso raksasa (Barak).
Jadi, ceritanya hari minggu 7 Juni kemaren tu aku kerja di sebuah depot bakso raksasa di deket kos aku. Jadi pelayan sehari ceritanya. Aku masuk kerja jam tengah dua belas siang, sampek jam sebelas malem. Sumpah. Ini pengalaman kerja yang menyeramkan. Membabu banget. Kita memang seperti budak yang kerja rodi. Ada satu orang senioran di situ. Biasa dia dipanggil bulek. Tapi aku rasa panggilan itu terlalu agung buat dia. Nggak cocok.

Nah, si bulek itulah yang bikin aku jadi bad mood seharian. Bayangin aja, betis n lengan sudah ngembang kayak raksasa, dia malah ngomel, bentak, plus melotot n mencibir ngerendahin orang lain. Apalagi hari itu rame banget. Mana jauh ngelilingi kolam renang. Pelanggannya banyak yang crewet lagi. 
 
Cukup sekali aku merasa.......kerja diporsir. Capek, lelah, n semua itu diganti dengan lembaran rupiah yang hanya 35.000 rupiah. Cukuplah itu pengalamanku. 

Tapi di balik semua itu, aku mendapat satu semangat baru yang memotivasi diri untuk lebih ngembangin diri. Nggak membuang waktu, dan akan berusaha untuk disiplin. Mataku jadi terbuka, bahwa sebenarnya seperti itulah ayahku mencari uang untukku. Supaya aku bisa sekolah dan mampu meningkatkan taraf hidupku. Untuk aku menubah hidup menjadi leih baik. 

Sebagai manusia beragama, aku hanya mampu bersyukur kepada Alla yang abadi, yang besar dan menyayangi umatnya. Aku bersyukur bahwa Allah telah memberiku kehidupan yang seperti ini. Tidak kekurangan meski tidak terlalu berlebih. Bersyukur karena telah diberi orang tua yang bertanggung jawab, yang memberikan kebebasan tetapi melarang karena cintanya kepada ku. terima kasih untuk orang tua yang selalu bisa jadi cerminanan, selalu menjadi kekuatan dan memotivasi untuk bangkit.

Untaian doa tertanam dalam batinku. Semoga Allah senantiasa menolongku. Semoga Allah senantiasa menolongku, semoga Allah memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat kepadaku dan  orang tuaku, saudara-saudara kandungku, dan saudara seagana  dan setanah airku.

Terima kasih Allah, atas potongan mozaik yang telah merubah hidupku.

My Lovely Campus, 09 Mei 2009.





















Sabtu, 06 Juni 2009

SIAPAKAH AKU INI SEBENARNYA???????????

Tanya itu kini mengaung-ngaung di telingaku. terlalu lama ia singgah di benakku, tapi aku tak pernah tau apa jawaban dari semua itu. yang aku tau, aku hanyalah anak seorang petani kecil di desaku. Tak terlalu jauh dari kota Medan. hanya dua jam jarak tempuhnya. kampungku indah, terutama keakraban dan kelucuan masyarakat di kampungku yang kadang kejhadian yang ada adalah sebuah fenomena.

mungkin tanah kelahiran itu tidak terlalu penting. tapi yang sekarang jadi peramasalahan adalah, aku tidak ammpu mendeskirpsikan bagaimana sebetulnya diriku. kalau orang bilang bisa melihat seseorang dari teman yang ada di sekelilingnya, aku malah tidak bisa. terlalu kompleks teman-temanku. banyak yang nyebelin. apa itu artinya aku juga nyebelin?
oh, i'm so scared to describe it.

dari segi kemampuan, aku gak tau aku bisa apa. sejauh ini, sebagai mahasiswa jurusan sastra indonesia, aku cuma bisa buat puisi. ya, puisi singkat yang maknanya sunguh sangat dangkal. kalau cerpen, mungkin cuma setengah yang bisa aku tulis. selebihnya, walla hu alam. gak tau mu ngomong apa. bukan ngerendahin diri, tapi nyatanya aku memang nggak punya talenta kayaknya. gam,bar gak bisa, ngelukis nggak bisa, nyanyi apa lagi, cantik nggak. dulu sih ada niat tuk jadi model. tapi, setelah aku dewasa, keadaan fisik kayknya nggak mendukung. pengen jadi pengacara dulunya, tapi kuliyah malah ambil sastra. gimana donk?

ok, mungkin itu sepenggalnya. masalah mental, psikis n kepribadian gue, malah makin bingung giman ngedeskripsiinnya. kompleks. itu yang gue rasain. gue pernah mikir kalau gue manusia idel sejati (itu dulu pas SMA). sekarang itu semua luntur. karena yang yang pasti, gue nggak bisa jaga pendirian gue. tapi kalau dibilang plinplan nggak juga sih. cuma gue tuh memang sering bingung sendiri dalam mengambil keputusan. susah deh nentuin mana yang terbaik untuk diri sendiri.

gue nggak suka kalau orang lain ngegurui gue. emang dia siapa?
gue juga nggak suka kalau seseorang itu bikin gue malu. idih, najis banget lihat yang kayak gituan. trus enek juga kalau orang terlalu banyak cakap kayak temen satu kelas gue tu.

sebagai tambahan, gue nggak pernah tau apa yang bener-bener gue mau. apa yang bener-gue butuhin. gue juga sering banget ngelanggar apa yang udah jadi keputusan gue. gue nggak disiplin, n gue sulit nentuin apa yang harus jadi prioritas buat gue.

tapi satu hal yang pasti, gue pengen selamanya ada di samping Ayah n Ibunda tercinta gue. nggak pengen mereka kesepian di waktu tuanya. gue pengen selamnya bisa nemenin mereka sarapan pagi, nonton sinetron bareng, ngobrol2 sambil ngeteh. wah, kalau itu, adalah kenikmatan luar biasa yang nggak pernah pengen gue tinggalin. gue pengen selamanya ada di samping mereka sampai akhir hayat mereka. itu keinginan gue, n semoga tuhan senantiasa ngabulin apa yang gue pengen buat Ayah n ibunda tercinta gue.

libur semester ini guys, gue pengen kerja. pengen banget. biar gue bisa bantu bayar spp. 750 bro. banyak kan? gue udah gede. 21 tahun bukan usia yang muda. bukan usia yang di dalemnya cuma ketawa ketiwi ma temen-temen, tapi gimana caranya gue bisa ngejaga apa yang udah dikasih ma ortu gue. yaitu kemanidirian, ilmu, dan kebebasan. ortu gue bukan orang yang feodal. so gue sangat mencintai mereka.


i love you, i love you, i love you............
you. mom n dad.
thanks that give every thing for me.


I LOVE YOU MOM N DAD