Hanya tak ingin terjebak pada cinta yang dangkal. Cinta sesaat yang kemudian pudar dan menguap entah kemana. Sama seperti yang lain, aku mengharapkan cinta sejati yang hadir dalam hidupku. Cinta yang kekal. Yang tak pernah mati, yang tak pernah surut bahkan tak berkurang sedikitpun meski dunia berubah seperti apa bahkan ketika aku terlepas dari onggokan ragaku.
Cinta yang sebenarnya, cinta yang tak pernah melihat fisikku seperti apa. cinta yang tak pernah menilai apa yang bisa kuberi. Cinta yang tak pernah memperhitungkan cara berjalanku, cara bicaraku, bahkan caraku menyantap es krim kesukaanku. Cinta yang tak pernah menuntutku untuk melalukan apapun kecuali menjaga cintaku. Cinta yang hanya mengibahku untuk tetap setia. Cinta yang tak pernah membuatku mabuk hingga lupa pada Tuhanku.
Bukan cinta yang istimewa, hingga selalu membungkuk ketika cinta itu mengetuk pintu hatiku. Namun aku hanya butuh cinta yang sederhana. cinta yang lahir dengan kata yang sederhana, dengan hasrat yang sederhana. Tanpa napsu, tanpa amarah bahkan emosi. Tanpa hasrat yang menggebu untuk membuatku tunduk pada cinta. Bukan cinta yang mengekang. Tapi yang membiarkanku berjalan, terbang, dan meraih bintangku.
Cintaku, cinta sederhana dengan hasrat yang sederhana. tanpa paksaan dan hanya ada bumbu ketulusan dan keikhlasan di dalamnya. Cinta yang kupunya tanpa embel-embel apapun kecuali ketulusan dan kesetiaan. Cinta yang kupegang erat, ku simpan dan kuletakkan dalam kotak rahasia yang suatu saat akan kuserahkan pada orang yang berhak menerimanya. Yang hanya akan membawa pahala dalam fitrah kehidupanku, yang menyulam hidupku jadi cerminan surga dan menjadikan setiap gerak dan langkahku adalah pahala untuk ku.
Ia tak lain adalah suamiku kelak. Penebar kebahagiaan dan tempat berteduh bagiku dan anak-anakku ketika kami lelah. Bahu dimana aku mampu bersandar dan membagi cerita bahagia senja ini bersama putra dan putriku. Tong sampah yang siap kujadikan luapan kebahagiaanku, menjadi tangan anak kecil yang setiap pagi menengadahkan tangannya untuk diberi sangu harapan.
Dia, lelaki sejati calon suamiku dan entah dimana keberadaannya sekarang. Allah masih menyelimutinya dengan awan. Suatu saat Ia akan membuka awan itu untukku. Tak tau kapan. Entah dihari ulang tahunku atau bahkan dalam waktu aku terjepit menghadapi sakaratul maut. Lelaki itu, lelaki yang selalu kunanti. Pilihan terbaik dari Tuhanku. Lelaki terbaik yang tak akan membuatku takut menghadapi ajalku.
Lelaki itu, penerang surga untukku karena setiap langkah dan tuturku adalah pahala yang diturnkan Allah untukku. Ia lelaki terbaik, yang akan selalu kunanti meski ia dalam jihad dan membawa senjata sekalipun.
Untukmu, lelaki terbaik pilihan sang Gusti. Kan kujaga segala kesucian untukmu. Meski kadang bermandi air mata, meski peluh mengguyur diri. Jiwaku telah kunapkahkan untukmu. Kan kujaga lisanku, segala sudut pandangan mataku, fitrahku, dan segala yang kupunya. Segalanya untuk mu, suamiku kelak. Janjiku tak kan kuingkari bahwa setiap detik dan setiap jengkal milikku adalah milik mu.
Tak banyak yang mampu kujanjikan untukmu. Bukan kecantikan, bukan harta, bukan pula kepandaian yang luar biasa seperti tuntutan agama ketika memilih calon istrimu. Tapi aku hanya punya segenggam harapan untukmu. Harapan akan tanggung jawab dan kesetiaanmu membawaku dalam pangkuan surga. Hanya penantian tulus yang mampu kuberikan sekarang. Semoga kau mampu menhargainya dan membayarnya dengan ketulusanmu pula. Semoga selalu dalam lindungan dan ridho Tuhanku.
Kau akan selalu kunanti, dalam deburan ombak, dalam hembusan angin, dalam rentetan doaku, dan dalam tasbih yang kulafazkan di setiap dzikirku.
Buat calon suamiku … penantian dan do’a ini tak pernah putus
cercauku di balik pena yang terus menggores dan kaki yang tak henti melangkah ...
Selamat datang ...
inilh rumahku, pintuku, jendelaku, buat bercerita kepada siapa saja semauku...
maka dengarlah kawan-kawan ...
maka dengarlah kawan-kawan ...
Entri Populer
Laman
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Pagi2 pagi aku bangun, cuma sholat, trus nongkrong depan tivi sampek siang. jam 8 aku baru buat sarapan. gak tau apa yang mau aku kerjain. s...
-
ini tak lagi berguna berkata-kata di depan cermin aku hanya akan menemukan lukaku yang merah, membiru kau menuai tawa diatas tangisku menuai...
-
untuk mereka yang kalah dalam pesta ini ... Inilah saat yang kau tunggu itu Waktu yang terbayang Hingga termimpi di sepanjang tidurmu Inilah...
-
BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini pemerintah menghadapi berbagai kendala dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Ketidakmerataan mutu guru ...
-
Tanya itu kini mengaung-ngaung di telingaku. terlalu lama ia singgah di benakku, tapi aku tak pernah tau apa jawaban dari semua itu. yang ak...
-
Hanya tak ingin terjebak pada cinta yang dangkal. Cinta sesaat yang kemudian pudar dan menguap entah kemana. Sama seperti yang lain, aku men...
-
Kamis, 3 Juni 2010 10:19 AM Tak Semua mimp itu indah, namun ketika mimpi buruk tiba, tak ada yang dapat dilakukan selain berdoa...
-
BAKSO RAKSASA, OTOT RAKSASA Senin pagi mata ku sembab. Bahkan bisa dibilang bengkak. Bagian atas seperti diisi air, dan kelopak yang bawah k...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar