BAKSO RAKSASA, OTOT RAKSASA
Senin pagi mata ku sembab. Bahkan bisa dibilang bengkak. Bagian atas seperti diisi air, dan kelopak yang bawah kelihatan seperti embun yang menggantung di ujung daun. Badanku masih pegel-pegel. Linu. Pokoknya capek banget. Nggak semanagt karena telah lelah, dan persendianku terasa linu.
Mau tau kenapa aku jadi seperti itu pagi itu? Just because bakso raksasa (Barak).
Jadi, ceritanya hari minggu 7 Juni kemaren tu aku kerja di sebuah depot bakso raksasa di deket kos aku. Jadi pelayan sehari ceritanya. Aku masuk kerja jam tengah dua belas siang, sampek jam sebelas malem. Sumpah. Ini pengalaman kerja yang menyeramkan. Membabu banget. Kita memang seperti budak yang kerja rodi. Ada satu orang senioran di situ. Biasa dia dipanggil bulek. Tapi aku rasa panggilan itu terlalu agung buat dia. Nggak cocok.
Nah, si bulek itulah yang bikin aku jadi bad mood seharian. Bayangin aja, betis n lengan sudah ngembang kayak raksasa, dia malah ngomel, bentak, plus melotot n mencibir ngerendahin orang lain. Apalagi hari itu rame banget. Mana jauh ngelilingi kolam renang. Pelanggannya banyak yang crewet lagi.
Cukup sekali aku merasa.......kerja diporsir. Capek, lelah, n semua itu diganti dengan lembaran rupiah yang hanya 35.000 rupiah. Cukuplah itu pengalamanku.
Tapi di balik semua itu, aku mendapat satu semangat baru yang memotivasi diri untuk lebih ngembangin diri. Nggak membuang waktu, dan akan berusaha untuk disiplin. Mataku jadi terbuka, bahwa sebenarnya seperti itulah ayahku mencari uang untukku. Supaya aku bisa sekolah dan mampu meningkatkan taraf hidupku. Untuk aku menubah hidup menjadi leih baik.
Sebagai manusia beragama, aku hanya mampu bersyukur kepada Alla yang abadi, yang besar dan menyayangi umatnya. Aku bersyukur bahwa Allah telah memberiku kehidupan yang seperti ini. Tidak kekurangan meski tidak terlalu berlebih. Bersyukur karena telah diberi orang tua yang bertanggung jawab, yang memberikan kebebasan tetapi melarang karena cintanya kepada ku. terima kasih untuk orang tua yang selalu bisa jadi cerminanan, selalu menjadi kekuatan dan memotivasi untuk bangkit.
Untaian doa tertanam dalam batinku. Semoga Allah senantiasa menolongku. Semoga Allah senantiasa menolongku, semoga Allah memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat kepadaku dan orang tuaku, saudara-saudara kandungku, dan saudara seagana dan setanah airku.
Terima kasih Allah, atas potongan mozaik yang telah merubah hidupku.
My Lovely Campus, 09 Mei 2009.
cercauku di balik pena yang terus menggores dan kaki yang tak henti melangkah ...
Selamat datang ...
inilh rumahku, pintuku, jendelaku, buat bercerita kepada siapa saja semauku...
maka dengarlah kawan-kawan ...
maka dengarlah kawan-kawan ...
Entri Populer
Laman
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Pagi2 pagi aku bangun, cuma sholat, trus nongkrong depan tivi sampek siang. jam 8 aku baru buat sarapan. gak tau apa yang mau aku kerjain. s...
-
ini tak lagi berguna berkata-kata di depan cermin aku hanya akan menemukan lukaku yang merah, membiru kau menuai tawa diatas tangisku menuai...
-
untuk mereka yang kalah dalam pesta ini ... Inilah saat yang kau tunggu itu Waktu yang terbayang Hingga termimpi di sepanjang tidurmu Inilah...
-
BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini pemerintah menghadapi berbagai kendala dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Ketidakmerataan mutu guru ...
-
Tanya itu kini mengaung-ngaung di telingaku. terlalu lama ia singgah di benakku, tapi aku tak pernah tau apa jawaban dari semua itu. yang ak...
-
Hanya tak ingin terjebak pada cinta yang dangkal. Cinta sesaat yang kemudian pudar dan menguap entah kemana. Sama seperti yang lain, aku men...
-
Kamis, 3 Juni 2010 10:19 AM Tak Semua mimp itu indah, namun ketika mimpi buruk tiba, tak ada yang dapat dilakukan selain berdoa...
-
BAKSO RAKSASA, OTOT RAKSASA Senin pagi mata ku sembab. Bahkan bisa dibilang bengkak. Bagian atas seperti diisi air, dan kelopak yang bawah k...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar