Mungkin tersirat pertanyaan mengapa saya mengambil judul ini. Tak banyak alasan yang dapat saya uraikan. Satu alasan yang pasti adalah karena pada saat menulis ini saya baru saja merenung. Merenung akan sikap hidup, kelakuan, dan pembelajaran saya selama beberapa minggu terakhir.
Banyak kegiatan yang menguras waktu, pikiran, dan tenaga saya. Mungkin sobat pembaca juga mengalaminya. Mulai pagi hingga malam hari ada saja kegiatan yang kita lakukan. Meski untuk sebagian orang itu tidak berlaku dan malah banyak waktu yang tersiakan. Untuk nonton tv ataw malah ngobrol hingga lupa waktu.
Kasibukan kita selama ini mungkin akan membuat kita lupa waktu dan banyak timbul masalah. Begitupun bagi mereka yang santai dan suka berleha-leha seperti tipe pengobrol tadi. Lupa dengan kewajiban yang harus dilakukan, maupun merampas hak pribadi diri sendiri karena terlalu sibuknya.
Masalah-masalah yang datang kepada kita ada yang dapat kita selesaikan sendiri dan tidak. Bahkan terkadang mood bisa turun secara drastis hingga tidak bersemangat melakukan apapun. Muka menjadi kusut karena banyak pikiran, dan terkadang tugas menjadi terbengkalai. Kesedihan karena masalah yang merusak mood kita dapat membuat semuanya menjadi berantakan. Bahkan masalah yang menjadikan kita jutek dapat membuat kita kehilangan orang yang kita sayangi.
Masalah yang timbul sebenarnya dapat dipecahkan dengan bercerita kepada teman yang dapat kita percaya atau pun mencurahkannya di dalam diary. Hal itu dapat membuat kita lega. Menjadikan jiwa kita tidak merasa sendiri lagi. Namun banyak kasus yang terjadi secara berkebalikan. Sifat intropet yang ada malah mengurungkan niat untuk curhat.
Hal lain yang sangat bermanfaat ketika masalah datang menghadang dan membuat hati gundah gulana adalah dengan cara merenung. Yups, merenung. Mernung, berbed dengan melamun. Maka jangan sekali-kali sobat pembaca mempersepsikannya secara sama.
Merenung, berarti melihat, memikirkannya secara dalam, dan mempertimbangkan masalah itu secara terperinci. Melihat sebab-sebab dari masalah itu dan mencoba mencari jalan keluar yang paling tepat untuk menghadapinya. Memandang masalah itu secar positif, dan tidak memjadikannya sebagai beban hidup yang selamanya akan dipikul.
Luangkanlah waktu untuk merenung. Meski sejenak, perenungan akan membuat kita menjadi jernih kembali. Kita akan berfikir apa yang sebenarnya kita lakukan atau yang tidak harus kita lakukan dalam kurun waktu tertentu. Dengan merenung, kita akan berfikir hal terbaik dan hal terburuk yang telah kita lakukan. Maka dengan begitu kita akan bercermin pada diri kita sendiri dan mngambil kesimpulan akan apa yang telah kita lakukan dan apa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang.
Orang tua, adalah motivator yang paling ampuh dalam merenung. Hal demikian akan membuat kita tersadar dan kembali mencari hal positif dalam hidup. Mendekatkan diri kepada Tuhan juga merupakan salah satu hal yang dapat membangun jiwa dan pikiran kita menjadi baru kembali dan menimbulkan semangat yang kuat dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.
Semoga tulisan ini bermanfaat pada sobat pembaca.
Medan, 22 Oktober 2009
