cercauku di balik pena yang terus menggores dan kaki yang tak henti melangkah ...
Selamat datang ...
maka dengarlah kawan-kawan ...
Entri Populer
Laman
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Pagi2 pagi aku bangun, cuma sholat, trus nongkrong depan tivi sampek siang. jam 8 aku baru buat sarapan. gak tau apa yang mau aku kerjain. s...
-
ini tak lagi berguna berkata-kata di depan cermin aku hanya akan menemukan lukaku yang merah, membiru kau menuai tawa diatas tangisku menuai...
-
untuk mereka yang kalah dalam pesta ini ... Inilah saat yang kau tunggu itu Waktu yang terbayang Hingga termimpi di sepanjang tidurmu Inilah...
-
BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini pemerintah menghadapi berbagai kendala dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Ketidakmerataan mutu guru ...
-
Tanya itu kini mengaung-ngaung di telingaku. terlalu lama ia singgah di benakku, tapi aku tak pernah tau apa jawaban dari semua itu. yang ak...
-
Hanya tak ingin terjebak pada cinta yang dangkal. Cinta sesaat yang kemudian pudar dan menguap entah kemana. Sama seperti yang lain, aku men...
-
Kamis, 3 Juni 2010 10:19 AM Tak Semua mimp itu indah, namun ketika mimpi buruk tiba, tak ada yang dapat dilakukan selain berdoa...
-
BAKSO RAKSASA, OTOT RAKSASA Senin pagi mata ku sembab. Bahkan bisa dibilang bengkak. Bagian atas seperti diisi air, dan kelopak yang bawah k...
Jumat, 20 November 2009
Janjiku Menanti Cinta
Cinta yang sebenarnya, cinta yang tak pernah melihat fisikku seperti apa. cinta yang tak pernah menilai apa yang bisa kuberi. Cinta yang tak pernah memperhitungkan cara berjalanku, cara bicaraku, bahkan caraku menyantap es krim kesukaanku. Cinta yang tak pernah menuntutku untuk melalukan apapun kecuali menjaga cintaku. Cinta yang hanya mengibahku untuk tetap setia. Cinta yang tak pernah membuatku mabuk hingga lupa pada Tuhanku.
Bukan cinta yang istimewa, hingga selalu membungkuk ketika cinta itu mengetuk pintu hatiku. Namun aku hanya butuh cinta yang sederhana. cinta yang lahir dengan kata yang sederhana, dengan hasrat yang sederhana. Tanpa napsu, tanpa amarah bahkan emosi. Tanpa hasrat yang menggebu untuk membuatku tunduk pada cinta. Bukan cinta yang mengekang. Tapi yang membiarkanku berjalan, terbang, dan meraih bintangku.
Cintaku, cinta sederhana dengan hasrat yang sederhana. tanpa paksaan dan hanya ada bumbu ketulusan dan keikhlasan di dalamnya. Cinta yang kupunya tanpa embel-embel apapun kecuali ketulusan dan kesetiaan. Cinta yang kupegang erat, ku simpan dan kuletakkan dalam kotak rahasia yang suatu saat akan kuserahkan pada orang yang berhak menerimanya. Yang hanya akan membawa pahala dalam fitrah kehidupanku, yang menyulam hidupku jadi cerminan surga dan menjadikan setiap gerak dan langkahku adalah pahala untuk ku.
Ia tak lain adalah suamiku kelak. Penebar kebahagiaan dan tempat berteduh bagiku dan anak-anakku ketika kami lelah. Bahu dimana aku mampu bersandar dan membagi cerita bahagia senja ini bersama putra dan putriku. Tong sampah yang siap kujadikan luapan kebahagiaanku, menjadi tangan anak kecil yang setiap pagi menengadahkan tangannya untuk diberi sangu harapan.
Dia, lelaki sejati calon suamiku dan entah dimana keberadaannya sekarang. Allah masih menyelimutinya dengan awan. Suatu saat Ia akan membuka awan itu untukku. Tak tau kapan. Entah dihari ulang tahunku atau bahkan dalam waktu aku terjepit menghadapi sakaratul maut. Lelaki itu, lelaki yang selalu kunanti. Pilihan terbaik dari Tuhanku. Lelaki terbaik yang tak akan membuatku takut menghadapi ajalku.
Lelaki itu, penerang surga untukku karena setiap langkah dan tuturku adalah pahala yang diturnkan Allah untukku. Ia lelaki terbaik, yang akan selalu kunanti meski ia dalam jihad dan membawa senjata sekalipun.
Untukmu, lelaki terbaik pilihan sang Gusti. Kan kujaga segala kesucian untukmu. Meski kadang bermandi air mata, meski peluh mengguyur diri. Jiwaku telah kunapkahkan untukmu. Kan kujaga lisanku, segala sudut pandangan mataku, fitrahku, dan segala yang kupunya. Segalanya untuk mu, suamiku kelak. Janjiku tak kan kuingkari bahwa setiap detik dan setiap jengkal milikku adalah milik mu.
Tak banyak yang mampu kujanjikan untukmu. Bukan kecantikan, bukan harta, bukan pula kepandaian yang luar biasa seperti tuntutan agama ketika memilih calon istrimu. Tapi aku hanya punya segenggam harapan untukmu. Harapan akan tanggung jawab dan kesetiaanmu membawaku dalam pangkuan surga. Hanya penantian tulus yang mampu kuberikan sekarang. Semoga kau mampu menhargainya dan membayarnya dengan ketulusanmu pula. Semoga selalu dalam lindungan dan ridho Tuhanku.
Kau akan selalu kunanti, dalam deburan ombak, dalam hembusan angin, dalam rentetan doaku, dan dalam tasbih yang kulafazkan di setiap dzikirku.
Buat calon suamiku … penantian dan do’a ini tak pernah putus
Senin, 02 November 2009
AGAR TIADA YANG SIA-SIA
Hanya kata-kata itu. Tak lebih. Satu yang mampu kutangkap adalah bahwa dalam namaku ada keindahan. Hanya itu. Tak ada alasan lain seperti nama-nama orang lain yang mengandung do’a. Tidak ada filosofi nama adalah doa buat kedua orang tuaku. Mereka tak pernah menganut itu. Bahkan nama kedua kakak ku pun entah dari mana dipetik, entah menjumput ide siapa aku tak tau. Mereka tak bisa disalahkan karena tak menganut filosofi itu. Mereka adalah mereka, dengan segenap kekurangan yang mereka punya, dengan kelebihan yang mereka punya meski tak menonjol.
Keindahan seperti yang dikatakan orang tuaku, nyatanya tak pernah melekat dalam diriku. Tak ada keindahan, tak ada yang istimewa. Biasa, bahkan tak layak disebut biasa. “nggak masuk rekor”, kata teman-temanku. Nyatanya memang iya, lestari yang bisa diasumsikan sebagai indah, asri, dan sejuk tak ada dalam diriku. Aku tak pernah merasa indah. Sungguh. Mungkin itu yang menjadikan aku semakin minder, autis dan pendiam.
Aku yang salah dalam hidupku. Aku yang menjadikan aku seperti ini. Aku yang mengotori jiwaku hingga ada hal-hal negatif dalam hidupku. Aku tak pernah berani menghadapi dunia, tak berani berkata benar pada hal yang tidak salah, tak berni berkata salah pada hal yang tidak benar. Sungguh aku pengecut karena tak berani melangkah pada hal yang kuanggap baik. Menjadi pengecut ketika aku tak berani mengungkapkan apa yang kurasa, apa yang tak pernah kusuka. Sungguh aku pengecut.
Tak ada yang salah pada hidupku. Pada orang tuaku, pada kedua kakakku, pada Tuhan, bahkan pada nasib sekalipun. Aku tak pernah menyalahkan sesuatu ketika aku gaduh pada jiwaku, pada segenap sukmaku yang meronta karena terkekang. Pada sejumlah keahlianku yang aku begitu egois untuk mematikannya. Sungguh biadab aku ini, ketika segenap kesempatan tak pernah kuberikan pada diriku.
Jiwa dan ruh ku berdemonstrasi. Memintaku untuk mengembalikan segenap kesempatan yang telah kurampas dan hanya kumasukkan ke dalam tong sampah. Pada tanganku yang hanya kugantung tanpa pernah merasa bersalah. Pada otakku, yang begitu muak merasakan kejahilanku, pada kesempatan yang tersisa. Segalanya. Segalanya menjadi sia-sia ketika tanggung jawab kuabaikan.
Aku gila, aku tak mampu menjawab segala pertanyaan jiwaku. Aku biadab. Aku menghancurkan harapan jiwaku. Jiwa yang haus ilmu, haus akan tempat berteduh, haus akan belaian cinta yang ia inginkan. Aku egois, aku tak pernah menghiraukan jeritan jiwaku. Sungguh biadab. Apa yang kumau?
Tidakkah aku jerah ketika jiwa pernah merantaiku dengan rasa bersalah yang sungguh dalam? Mengapa aku begini? Tak pernah jerah pada kesalahan dan dosa meskipun telah meminta ampun?
Aku ingin membuang segalanya di closet. Menyiramnya dan tak pernah melihatnya kembali lagi. Aku tak pernah mengingat papatah anggun lima perkara senbelum lima perkara.
Sia-sia, adalah kata yang tak pernah aku mau melekat di hatiku. Tak boleh ada kata itu. Satu yang mungkin dapat kutebus adalah tidak memasukkan rasa bersalah dan kecewaku pada jiwaku. Hanya itu. Tidak boleh ada kata penyesalan. Semua harus berakhir, dan memulai untuk hal yang baru. Dunia yang baru tanpa boleh terbayang pada kesalahan di masa lalu. Harus ada tanggung jawab dalam diriku, harus disiplin. Yang berlalu biar berlalu, dan bercermin pada kesuksesan dan keindahan orang lain agar termotivasi untuk menggerakkan langkahku yang sempat terhenti. Hanya itu. Segalanya akan berubah jika aku selalu memiliki niat dan tekat. Tuhan tak pernah pergi, Tuhan tak pernah membiarkan hambanya terluka, merana dan menjadi pengecut. Tapi Tuhan selalu ada ketika kau dekat padanya. Hanya itu. Lima perkara sebelum lima perkar, agar tak ada yang sia-sia.
Jumat, 23 Oktober 2009
MERENUNGLAH MESKI SEJENAK
Mungkin tersirat pertanyaan mengapa saya mengambil judul ini. Tak banyak alasan yang dapat saya uraikan. Satu alasan yang pasti adalah karena pada saat menulis ini saya baru saja merenung. Merenung akan sikap hidup, kelakuan, dan pembelajaran saya selama beberapa minggu terakhir.
Banyak kegiatan yang menguras waktu, pikiran, dan tenaga saya. Mungkin sobat pembaca juga mengalaminya. Mulai pagi hingga malam hari ada saja kegiatan yang kita lakukan. Meski untuk sebagian orang itu tidak berlaku dan malah banyak waktu yang tersiakan. Untuk nonton tv ataw malah ngobrol hingga lupa waktu.
Kasibukan kita selama ini mungkin akan membuat kita lupa waktu dan banyak timbul masalah. Begitupun bagi mereka yang santai dan suka berleha-leha seperti tipe pengobrol tadi. Lupa dengan kewajiban yang harus dilakukan, maupun merampas hak pribadi diri sendiri karena terlalu sibuknya.
Masalah-masalah yang datang kepada kita ada yang dapat kita selesaikan sendiri dan tidak. Bahkan terkadang mood bisa turun secara drastis hingga tidak bersemangat melakukan apapun. Muka menjadi kusut karena banyak pikiran, dan terkadang tugas menjadi terbengkalai. Kesedihan karena masalah yang merusak mood kita dapat membuat semuanya menjadi berantakan. Bahkan masalah yang menjadikan kita jutek dapat membuat kita kehilangan orang yang kita sayangi.
Masalah yang timbul sebenarnya dapat dipecahkan dengan bercerita kepada teman yang dapat kita percaya atau pun mencurahkannya di dalam diary. Hal itu dapat membuat kita lega. Menjadikan jiwa kita tidak merasa sendiri lagi. Namun banyak kasus yang terjadi secara berkebalikan. Sifat intropet yang ada malah mengurungkan niat untuk curhat.
Hal lain yang sangat bermanfaat ketika masalah datang menghadang dan membuat hati gundah gulana adalah dengan cara merenung. Yups, merenung. Mernung, berbed dengan melamun. Maka jangan sekali-kali sobat pembaca mempersepsikannya secara sama.
Merenung, berarti melihat, memikirkannya secara dalam, dan mempertimbangkan masalah itu secara terperinci. Melihat sebab-sebab dari masalah itu dan mencoba mencari jalan keluar yang paling tepat untuk menghadapinya. Memandang masalah itu secar positif, dan tidak memjadikannya sebagai beban hidup yang selamanya akan dipikul.
Luangkanlah waktu untuk merenung. Meski sejenak, perenungan akan membuat kita menjadi jernih kembali. Kita akan berfikir apa yang sebenarnya kita lakukan atau yang tidak harus kita lakukan dalam kurun waktu tertentu. Dengan merenung, kita akan berfikir hal terbaik dan hal terburuk yang telah kita lakukan. Maka dengan begitu kita akan bercermin pada diri kita sendiri dan mngambil kesimpulan akan apa yang telah kita lakukan dan apa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang.
Orang tua, adalah motivator yang paling ampuh dalam merenung. Hal demikian akan membuat kita tersadar dan kembali mencari hal positif dalam hidup. Mendekatkan diri kepada Tuhan juga merupakan salah satu hal yang dapat membangun jiwa dan pikiran kita menjadi baru kembali dan menimbulkan semangat yang kuat dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.
Semoga tulisan ini bermanfaat pada sobat pembaca.
Medan, 22 Oktober 2009
Rabu, 17 Juni 2009
beragam gejolak timbul di hati. takut salah pilih. tapi itu masih mendingan dari pada yang cuek sama keadaan sekitar. nggak peduli walau dunia jungkir balik. nggak perduli kalau akan ada pesta demokrasi besar di negeri ini. ya, mungkin sebagian kita masih sangat awam dengan demokrasi itu sendiri. tetapi, yang namanya hak dan kebebasan kita, kenapa nggak digunakan sebaik mungkin? mumpung bersuara itu nggak di kekang. mumpung negeri ini masih bebas.
mungkin kita tidak menyadari. tetapi, jika kita memberikan suara pada pilpres mendatang, tu artinya kamu bisa nunjukin eksistensi keberadaan kamu sebagai warga negara yang diakui, yang nama kamu tercatat di kelurahan setempat. lalu, apa gunanya ada data kamu di kelurahan tapi kamunya nggak bisa berbuat sedikit pun untuk negeri ini.
nah, kalau kamu udah punya niat nuntuk milih di pilpres mendatang, thanks deh. tapi buat yang belum, cob renungin lagi. sebagai kaula muda, tunjukin keberadaan kamu. libatin diri kamu untuk membangun negeri ini. tanpa kamu sadari, kamu telah memberikan sumbangsih pada bangsa ini kalau kamu milih.
kalau pun sekarang lagi bingung, coba perhatiin satu persatu capres n cawapres yang sering debat di TV, di iklan mereka, dan lihat dengan cermat mana yang lebih pantas kamu pilih untuk jadi pemimpin negeri ini kelak. tapi inget, jangan pilih yang bikin janji yang mustahil. dia pasti suka boong.
so, bijak2 lah memilih. dan tetapin hati kamu untuk mantap pilih calon yang mana.
ok guys, siap2 ya buat tanggal 8 Juli. TPS menantimu.
semoga tulisan ini bermanfaat.
salam hangat.
Rabu, 10 Juni 2009
Nah, yang jadi permasalahan sekarang adalah bagimana kita harus beraksi pada kesempatan yang datang tak diundang tapi sangat dinanti?
Salah satu cara yang sepertinya bisa membantu adalah, selalu mengingat apa kesempatan yang kita inginkan. Lalu lakukan persiapan yang bisa mendukung keberhasilan dalam Kesempatan itu. Misalnya nih ya, kamu tu pengen banget bisa nyanyi di depan umum dengan perfect. Dengan sesempurna mungkin tanpa kesalahan apapun. Nah persiapan yang kamu harus lakuin adalah, berlatihlah menyanyi. Bentuk karakter nyanyi kamu yang sebenernya pengen banget kamu tunjukin ke orang-orang. Trus kalo kamu udah bikin persiapan yang seperti itu, kamu tinggal nunggu kesempatan yang seperti misteri itu. Trus gunakan deh segenap waktu, pikiran, tenaga, dan yang paling penting adalah keikhlasan untuk menjalani kesempatan itu. Dengan gitu, kamu akan merasa bahwa kamu udah ngelakuin yang terbaik buat kesempatan yang dateng mendadak itu.
Lalu, yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana jika kesempatan itu malah lewat, dan kalaupun bisa mendapatkan kesempatan itu kita telah menyia-nyiakan atau tidak berbuat sebaik mungkin? Yang harus kamu lakuin ketika kita telah ada pada posisi ini adalah, lupakan kesempatan itu. Kalaupun kamu masih mengingatnya, jadikan itu sebagai referensi pengalaman kamu.
Jangan pernah menyesal. Karena itu akan membuat kamu menjadi terbebani dan enggan menatap kesempatan besar yang suatu saat lewat di depan mata kamu. Positif aja sama semua hal yang ada di sekeliling kamu. Itu akan jadi inspirasi dan melahirkan kesempatanbaru untuk mu untuk dapat lebih berkembang.
Bukan sesuatu yang merubahmu. Tapi bagaimana kamu dapat memandang sesuatu itu dan menjadikannya sebagai peluang bagimu.
Selamat berjuang.
Semoga tulisan ini bermanfaat . Sampai jumpa pada tulisan selanjutnya.
salam super.
Selasa, 09 Juni 2009
Senin pagi mata ku sembab. Bahkan bisa dibilang bengkak. Bagian atas seperti diisi air, dan kelopak yang bawah kelihatan seperti embun yang menggantung di ujung daun. Badanku masih pegel-pegel. Linu. Pokoknya capek banget. Nggak semanagt karena telah lelah, dan persendianku terasa linu.
Mau tau kenapa aku jadi seperti itu pagi itu? Just because bakso raksasa (Barak).
Jadi, ceritanya hari minggu 7 Juni kemaren tu aku kerja di sebuah depot bakso raksasa di deket kos aku. Jadi pelayan sehari ceritanya. Aku masuk kerja jam tengah dua belas siang, sampek jam sebelas malem. Sumpah. Ini pengalaman kerja yang menyeramkan. Membabu banget. Kita memang seperti budak yang kerja rodi. Ada satu orang senioran di situ. Biasa dia dipanggil bulek. Tapi aku rasa panggilan itu terlalu agung buat dia. Nggak cocok.
Nah, si bulek itulah yang bikin aku jadi bad mood seharian. Bayangin aja, betis n lengan sudah ngembang kayak raksasa, dia malah ngomel, bentak, plus melotot n mencibir ngerendahin orang lain. Apalagi hari itu rame banget. Mana jauh ngelilingi kolam renang. Pelanggannya banyak yang crewet lagi.
Cukup sekali aku merasa.......kerja diporsir. Capek, lelah, n semua itu diganti dengan lembaran rupiah yang hanya 35.000 rupiah. Cukuplah itu pengalamanku.
Tapi di balik semua itu, aku mendapat satu semangat baru yang memotivasi diri untuk lebih ngembangin diri. Nggak membuang waktu, dan akan berusaha untuk disiplin. Mataku jadi terbuka, bahwa sebenarnya seperti itulah ayahku mencari uang untukku. Supaya aku bisa sekolah dan mampu meningkatkan taraf hidupku. Untuk aku menubah hidup menjadi leih baik.
Sebagai manusia beragama, aku hanya mampu bersyukur kepada Alla yang abadi, yang besar dan menyayangi umatnya. Aku bersyukur bahwa Allah telah memberiku kehidupan yang seperti ini. Tidak kekurangan meski tidak terlalu berlebih. Bersyukur karena telah diberi orang tua yang bertanggung jawab, yang memberikan kebebasan tetapi melarang karena cintanya kepada ku. terima kasih untuk orang tua yang selalu bisa jadi cerminanan, selalu menjadi kekuatan dan memotivasi untuk bangkit.
Untaian doa tertanam dalam batinku. Semoga Allah senantiasa menolongku. Semoga Allah senantiasa menolongku, semoga Allah memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat kepadaku dan orang tuaku, saudara-saudara kandungku, dan saudara seagana dan setanah airku.
Terima kasih Allah, atas potongan mozaik yang telah merubah hidupku.
My Lovely Campus, 09 Mei 2009.
Sabtu, 06 Juni 2009
SIAPAKAH AKU INI SEBENARNYA???????????
mungkin tanah kelahiran itu tidak terlalu penting. tapi yang sekarang jadi peramasalahan adalah, aku tidak ammpu mendeskirpsikan bagaimana sebetulnya diriku. kalau orang bilang bisa melihat seseorang dari teman yang ada di sekelilingnya, aku malah tidak bisa. terlalu kompleks teman-temanku. banyak yang nyebelin. apa itu artinya aku juga nyebelin?
oh, i'm so scared to describe it.
dari segi kemampuan, aku gak tau aku bisa apa. sejauh ini, sebagai mahasiswa jurusan sastra indonesia, aku cuma bisa buat puisi. ya, puisi singkat yang maknanya sunguh sangat dangkal. kalau cerpen, mungkin cuma setengah yang bisa aku tulis. selebihnya, walla hu alam. gak tau mu ngomong apa. bukan ngerendahin diri, tapi nyatanya aku memang nggak punya talenta kayaknya. gam,bar gak bisa, ngelukis nggak bisa, nyanyi apa lagi, cantik nggak. dulu sih ada niat tuk jadi model. tapi, setelah aku dewasa, keadaan fisik kayknya nggak mendukung. pengen jadi pengacara dulunya, tapi kuliyah malah ambil sastra. gimana donk?
ok, mungkin itu sepenggalnya. masalah mental, psikis n kepribadian gue, malah makin bingung giman ngedeskripsiinnya. kompleks. itu yang gue rasain. gue pernah mikir kalau gue manusia idel sejati (itu dulu pas SMA). sekarang itu semua luntur. karena yang yang pasti, gue nggak bisa jaga pendirian gue. tapi kalau dibilang plinplan nggak juga sih. cuma gue tuh memang sering bingung sendiri dalam mengambil keputusan. susah deh nentuin mana yang terbaik untuk diri sendiri.
gue nggak suka kalau orang lain ngegurui gue. emang dia siapa?
gue juga nggak suka kalau seseorang itu bikin gue malu. idih, najis banget lihat yang kayak gituan. trus enek juga kalau orang terlalu banyak cakap kayak temen satu kelas gue tu.
sebagai tambahan, gue nggak pernah tau apa yang bener-bener gue mau. apa yang bener-gue butuhin. gue juga sering banget ngelanggar apa yang udah jadi keputusan gue. gue nggak disiplin, n gue sulit nentuin apa yang harus jadi prioritas buat gue.
tapi satu hal yang pasti, gue pengen selamanya ada di samping Ayah n Ibunda tercinta gue. nggak pengen mereka kesepian di waktu tuanya. gue pengen selamnya bisa nemenin mereka sarapan pagi, nonton sinetron bareng, ngobrol2 sambil ngeteh. wah, kalau itu, adalah kenikmatan luar biasa yang nggak pernah pengen gue tinggalin. gue pengen selamanya ada di samping mereka sampai akhir hayat mereka. itu keinginan gue, n semoga tuhan senantiasa ngabulin apa yang gue pengen buat Ayah n ibunda tercinta gue.
libur semester ini guys, gue pengen kerja. pengen banget. biar gue bisa bantu bayar spp. 750 bro. banyak kan? gue udah gede. 21 tahun bukan usia yang muda. bukan usia yang di dalemnya cuma ketawa ketiwi ma temen-temen, tapi gimana caranya gue bisa ngejaga apa yang udah dikasih ma ortu gue. yaitu kemanidirian, ilmu, dan kebebasan. ortu gue bukan orang yang feodal. so gue sangat mencintai mereka.
i love you, i love you, i love you............
you. mom n dad.
thanks that give every thing for me.
I LOVE YOU MOM N DAD
Senin, 25 Mei 2009
widih, dah kangen nih ma dunia tulis menulis di dunia maya.
tugas tugas tugas n tugas. tulah kuliah ini. kenapa sih kalau nggak ada tugas? nggak seneng ya bapak n ibu dosen? kalian tau nggak sih? tugas yang kalian kasih tu, nggak bikin kita makin kreatif, tapi makin buntu karena kelamaan ngerjai tugas. kasih tugas yang lebih bonavit ngapa. kalau pun harus buat penelitian, yang jelas cara kerjanya. jadi kita bisa ngerjai semuanya dengan baik. selama ini, tugas yang bapak/ibu berikan, hanya bikin kami kerdil akan kretivitas.
mendingan bapak/ibu kasih kita bekal yang lebih berarti. kalau ilmu, kita bisa ambil di berbagai buku yang tersedia. meskipun di perpustakaan kita sedikit banget buku. tapi mahasiswa kita udah cukup kreatif kok buat nyari sumber-sumber ilmu.
sedikit saran nih, ksih kita motivasi buat ngembangin diri. bukan hanya tenggelam dalam tugas.
btw, beberapa hari nih aku lagi khawatir banget ma temen-temen aku satu kos. lebih spesifiknya sama ros n mauna. mereka berdua sakit. sbenernya sakitnya biasa, diare. tapi kelamaan. aku takut terjadi some thing ma mereka. Tuhan, aku hanya bisa berharap pada mu. sembuhkan sahabat-sahabat ku. please.
oy, aku ngelmar kerja di Mc donald. nggak tau nih keputusan bener atu salah. tapi aku berharap, aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini kalau kesempatan itu tiba. semoga Tuhan menghendaki langkahku. luluskan lah aku ya Allah, setidaknya ini adalah bahan pembelajaran buat ku untuk lebih mengembangkan diri ku. tolong aku ya Allah.
dah sore nih, cabut dulu ya.
see you, samapi jumpa di kisah aku berikutnya.
semoga harimu menyenangkam//////,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sabtu, 18 April 2009
ada ujian, ada sejuta.......
kamis kemaren kami lihat pestival kebudayaan Jepang. Keren sih acaranya. Banyak bazar, seminar, karoke, pokoknya macem2 deh, sampek foto pake kimono juga ada. Kemaren tu aku ke sana sama best frend, aku si Ulan. Qta brangkat ber2 aja, s'lnya fren yang laen gak mau ikut. Tapi akhirnya qta ketemu sama andi makasau, anak dik. trus qta foto pake kimono. tapi ya, kata si ulan semalam fotonya kaku bnget. huh,,,,,,,,,,, dasar memang gak foto genik. kayaknya ni perlu kursus ato ikut pelatihan pose kali ya? biar lumayan keren kalau di foto. he he....
btw, malem sabtu aku terpeleset di depan kamar mandi. duh, malu banget. sakit lagi tangan n kakui aku. gara2 tu ya, aku jdi gak masuk kelas jam 8 hari sabtu. aku buru2 berangkat pagi buat kusuk di lau dendang. tapi sampek sekarang juga masih sakit lho............ huk huk huk
jagi pengen pulang. pengen dielus sama mama. kan enak. he he....
stelah kejadian itu, paginya kakak 1 kamar aku kehilangan HP nya. awalnya aku gak tau kenapa dia nangis. rame banget di kamatr aku waktu aku balik dari kusuk. ternyata mereka lagi nelpon tu orang yang curi tu Hp. tapi bodohnya dia., no hp kakak aku itu (mija) gak dimatiin. aku kasian banget deh liat dia. kakak, aku turut berduka cita deh atas hilangnya hp kakak. moga dapet yang baru yang lebih bagus lagi. (duh, jadi sedih nih)
dari keterangan mereka (temen2 yang ngomong sama si pencuri tu), katanya tu maling bertindak jam tengah 4. bayangin dong. aku jam 3 bangun buat ngerjai tugas. sblumnya aku sempet solat tahajud. abis itu, aku aku langsung ngerjai tugas aku. waktu ngerjai tugas, aku mnghadap ke arah pintu, n ngebelakangi jendela. waktu itu, ada bau aneh yang mencurigakan. aku kirain bau tu bau hantu atau bau apalah, sampek akhirnya aku aja merinding. nah waktu tu maling cerita, katanya pas dia ngambil tu hp, ada yang lagi blajar. itu kan aku, serem deh pokoknya. aku takut. abis tu maling udah mgeliat aku. kalau dipikir2, tu maling goblok juga. nyuri kok gak dimatiin langsung. udah gtu pake diceritain lagi dia nyolongnya gimana. gila deh tu maling. mana pake nasehatin kita lagi. gini katanya "makanya dek, kalau tidur tu, jendelanya dikunci". anjrit gak sih tu orang. pake nesehatin kita. nah stelah mereka ngobrol di telfon dengan gitu lamanya, akhirnya diambil keputusan final kalau kakak aku tu harus ngerelain hp nya. wah sedih banget deh pokoknya. mana tu kakak rumahnya jauh banget di mandailing natal coy. yadah, sabar aja ya kakak qu yang caem.
minggu ni aku pnya 1 ksulitan yang aku rasa cukup berat, meski semua orang pasti pernah ngerasain ini. aku keabisan duit. padahal baru 8 hari di medan. ntah lah, aku boros banget. bingung. kapansih bisa berubah disiplin.
tapi ada yang membahagiakan nih. banyak kenalan chatt yang ngbungi aku. seneng juga ditemeni malem minggunya. thanks deh buat dedi, buat hendrik, n buat junet adek aku.
ngmongi junet nih ya, senin ni dia mu ujian. semangat ya say,,,,,,,,,,,,,,,
aku yakin kok kamu bisa. kamu pasti lulus. aku selalu doai kamu kok, biar lulus, n dterima di unimed. di jurusan yang paling kamu mau. semangat, n berjuanglah untuk diri kamu sendiri. aku tunggu kamu d unimed. ok
aku cabut dulu ya,,,,,,,,,,,,,,,
see you guys
Rabu, 15 April 2009
hari ini tu ya,,,,,,,,,,,,,,
Pas udah siang, jam tengah 12 gitulah, aku cepet2 mandi, mu ketemu ma tika. nah, dalam keterburu buruan aku tuh ya (mandi, makan, potong kuku, potong gigi (lah?), pakek sepatu, make-up, sampek ambil barang yang musti aku bawa ke kampus, aku lupa udah ninggalin tugas di meja. ampun dah kalo dah lupa gini. akhirnya, aku musti nulis lagi tugas tu tuk dikumpul ma temen aku. huh, gara2 tugas yang aku lupain tu yah, akhirnya aku musti nulis ulang tu tugas. jadi lewat deh ibuk ely yang manis juita tu ngejelasin materi. untung............... aja aku nggak dtegur.
btw, pas aku nemenin tika ke BNI, kita tu ketemu sama dua orang sejoli yang lagi berantem. awalnya aku ngak tau kalau mereka berantem. trus, stelah aku amati lebih lama lagi, tu cowok ngejer2 ce_nya peke tu motornya. tu cowok dah mu megang tangannya, tapi dikibasin lagi ma ce_nya. gak tau berantem karena apa. tapi tau nggak sih, semua mata tu tertuju sama mereka semua. pokoknya tiap orang ngelintas, pasti liatin mereka. trus, kenapa gak liatin aku ya? apa aku ditutupin jin karena dia sirik ma aku ya? hexxxxxxxxxx.
co tu tetep ngejer ce_nya. tapi ce_nya terusjalan gitu aja. akhirnya si co markirin motornya di parkiran gedung serba guna, n balik ngejar tu ce yang jalannya ampun, cepet banget. akhirnya, tu co bisa juga ngejar tu ce n jalan disampingnya. tapi tau deh, mereka bkal akur lagi atau gak. tapi ni ya, kalau tu co bisa akur lagi, na jalan ber2 lagi dgan damai, dengan keromantisan mereka, aku salut ma tu co. aku doai deh, supaya klen gak brantem lagi. kalw pun brantem lagi, gak pa2 lah, hitung2 buat olah raga "jalan seribu kesal" judulnya. hax
